PusaranNews.id, Lampung Barat – Antrian panjang masih saja terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Liwa dan Kembahang, hal tersebut sudah menjadi pemandangan biasa setiap pagi di dua SPBU dimaksud.
Antrian terjadi karena masih sedikitnya pengiriman jatah, sementara permintaan sangat banyak, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalit.
“Saat ini mendapat BBM jenis pertalit sangat sulit, jika tidak datang pagi sudah jelas sudah kosong, datang pagi pun harus rela antri panjang. Sudah mahal susah pula,” Celetuk salah seorang warga Eko, Kamis 22 Desember 2022.
Diketahui harga BBM jenis Pertalit sebelumnya Rp7.650 per liter dan naik menjadi Rp10.000 per liter. Namun warga masih sulit mendapatkannya karena harus antri, jika tidak antrian maka jatah akan habis dan terjadi kekosongan di SPBU karena sudah habis.
Sementara salah seorang petugas SPBU Liwa, saat mengisi kendaraan mobil milik wartawan ini, saat ditanya mengaku stok selalu ada hanya saja seberapa banyak kiriman jatah dari pertamina panjang Bandar Lampung.
“Antrian karena kebutuhan masyarakat, karena kalau jatah selalu ada. Jika jatah kita 8 ton maka pukul 10.00 Wib akan habis, tetapi jika jatah sampai 16 ton, kita bisa melayani pembeli sampai sore hari,”ungkapnya. (Edi)